MAAF, KITA TAKKAN BISA BERSAMA
“SELAMAT PAGI SEMUA...” sapa ku pada semua orang yang ada di tempat
yang penuh dengan baju-baju,nama lainya “linen”.
“pagi juga rara:” jawab mereka.
“wah ada orang baru ini” ucap sambil melihat cowok dengan baju putih hitam ala anak traning.
“hy kak.” Ucap anak baru pada ku. What?? Gila aja aku di panggil kakak sama anak baru,jelas-jelas aku baru tamat sekolah.
“aduh..kok kakak sih? Aku tuh baru tamat sekolah tau serasa tua ni lau di panggil kakak.” Jawab ku
“mank kamu kelahiran tahun berapa?”tanya nya
“95,masih muda kan?,maka nya jangan panggil kakak.”
“aku juga tahun 95,kamu bulan apa lahirnya?”
“oh..aku bulan maret,kamu?”
“febuary”
“nah..lau gitu kamu yang tua,jadi jangan panggil aku kakak ya,panggil aja rara” ucap ku sok manis.
“pagi juga rara:” jawab mereka.
“wah ada orang baru ini” ucap sambil melihat cowok dengan baju putih hitam ala anak traning.
“hy kak.” Ucap anak baru pada ku. What?? Gila aja aku di panggil kakak sama anak baru,jelas-jelas aku baru tamat sekolah.
“aduh..kok kakak sih? Aku tuh baru tamat sekolah tau serasa tua ni lau di panggil kakak.” Jawab ku
“mank kamu kelahiran tahun berapa?”tanya nya
“95,masih muda kan?,maka nya jangan panggil kakak.”
“aku juga tahun 95,kamu bulan apa lahirnya?”
“oh..aku bulan maret,kamu?”
“febuary”
“nah..lau gitu kamu yang tua,jadi jangan panggil aku kakak ya,panggil aja rara” ucap ku sok manis.
Itu lah
awal perjumpaan ku dengan nya. Dicky itu lah nama nya. Aku memang selalu mampir
ke tempat kerja mereka,bukan karena aku berkerja disitu,tapi kakak ipar ku yang
berkerja disana. Aku bekerja di kantor samping tempat dia bekerja. Aku selalu
pulang dengan kakak ipar,jadi setiap pulang kantor aku selalu menunggu kakak
ipar ku disana. Disana aku mempunyai banyak sekali teman, banyak kakak disana
yang menyukai ku,mereka menyayangi ku layaknya seorang kakak dengan adiknya,kecuali
kak vian.
vian, dia adalah pekerja di hotel yang terkenal dengan gaya sok keren nya dan sok akrabnya. Ya dari tampang nya ku juga sudah bisa tebak kalau dia adalah playboy. Wajah memang lumayan, tapi sifat nya di ragukan. Saat bertemu dengan ku,dia sok cool gitu, dia mulai melirikku. Ya..karena aku masih sakit hati dengan perlakuan mantan ku, aku jadi mulai ilfiil dengan laki-laki. dia suka mencubit pipi ku dengan tiba-tiba, hal itu yang membuat ku selalu jauh saat dia datang. Dia sudah mengatakan perasaan nya padaku, tapi aku pura-pura tak paham apa maksud perasaannya. Dia sempat marah saat aku menolak untuk diantar pulang olehnya. Ya secara gitu rumah kami tuh dari ujung-keujung. Aku tak mau di kira memberi harapan palsu padanya. Jadi aku putuskan untuk menjauh darinya.
Dwi .
kakak ku yang satu ini baik pada ku dia benar-benar menganggap aku adiknya,
tapi satu yang tidak aku suka darinya adalah dia orang yang cukup alay apalagi
alay nya di dunia maya (facebook). Aku malas banget saat buka fb dan yang
terpamang adalah status galaunya karena pacarnya. Sejujurnya kami semua heran
kenapa dia mau pacaran sama pacarnya itu. Cewek nya itu tidak cantik,tidak
manis pula. Mana suka buat kakak galau
lagi. Untuk apa coba di pertahankan? Kan gak baik. Tapi ya sudahlah, aku juga
gak bisa larang dia.
Gunawan.
Nah lau kakak yang satu ini aku sebenarnya malas banget bicarain, dia tuh genit
banget. Dah jelas-jelas punya pacar si cina mancung, tapi tetap aja nembak aku
setiap kali bertemu. Oh my God, gak banget kan sifat nya, dan yang paling wow
nya lagi, ternyata dia mantan kakak ipar ku. Huft.... aku gak mau lah ama bekas
kakak ku. No...!!!!
Dari
semua nya yang aku sukai adalah dicky, aku juga bisa merasakan bahwa dia
menyukai ku,namun dia tak pernah berani mengungkapkannya. Begitu pun dengan
aku. Hahah sama-sama gengsi. Suatu hari dia menghantarku pulang tapi sebelumnya
kami ke mall dulu untuk membeli baju buat keponakan ku clara. Sepanjang
perjalanan kami cerita dan tertawa. Itu adalah pertama kalinya membeli perlengkapan bayi dengan laki-laki.
Hahaha..lucu, kami bagaikan pasangan kekasih.
Sabtu,itu aku mampir ketempat kerjanya disana ada mbak Lina dan dicky.
Cuaca saat itu memang tidak baik. Dan hari itu aku hanya memakai celana pendek
dan baju lengan pendek pula.
“aku pulang dulu ya” pamit ku
“kamu bawa jaket?” tanya dicky
“untuk apa? Preman ni aku. Gak takut ama hujan” sombong ku
:ih..songong kali, kalau hujan nanti,trus basah dan sakit gimana?” wah
perhatian banget sih dia.
“ye..gak akan hujan tau” balas ku
“udah lah pakai aja jaket ku ini.”
“ye..entar kamu ja yang pakai,lau hujan gimana? Basahkan kamu?”
“udahlah gak usah bandel..udah pakai aja ini” jawabnya sambil memberikan
jaketnya pada ku.
“ih..tebal ni,aku gak mau cuci nya entar”
“ya udah gak usah cuci, besok bawa aja. Aku yang cuci entar.” Jawabnya. Yes..hahaha aku menang. Perhatian
itu yang sudah lama aku rindukan.
Sabtu itu aku pulang lebih awal dari jam biasanya, aku langsung mampir ke
linen menunggu kakak iparku pulang, disana aku menuggu dan di temanin oleh
Dicky. Waktu udah menunjukan pukul 16.00. artinya sudah satu jam aku menunggu
kakak ipar ku yang tak kunjung datang menjemputku. Akhirnya ku hubungin dia dan
dia bilang kalau hari ini dia lembur di kantor dan kemungkinan pulang jam
19.00. Aku mulai stress mendengarnya. Apa yang harus aku lakukan selama 3 jam
di sini?
Saat itu Dicky sudah mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang,
dia bertanya kenapa aku belum pulang juga?. Dan aku menjawab kalau kakak ipar
ku pulang jam19.00 aku mulai mengerutkan wajah ku. Aku merasa sangat bosan
disini ucapku. Lalu ia duduk di sebelah ku dan mengajak ku untuk menonton film
lalu makan bersama. Aku kaget awalnya, namun aku senang dengan ajakanya, selain
menghapus jenuh ku, itu juga dapat mendekatkan hubungan kami. Aku menyetujuinya
dan kami pun berangkat.
Sesampainya di Mall, kami langusng mencari tempat makan, karena dia tahu
kalau kerja setengah hari aku tidak pernah makan siang. Kami pun memilih tempat
makan di area foodcourt. Kami duduk bersama dengan menu makanan yang berbeda
pula. Aku memesan burger dan dia steak. Dia menyuapi ku steak yang dimakan nya
begitu juga aku sebaliknya. Aku sangat senang saat itu. Tidak ada rasa canggung
pada kami. Padahal kami tahu kalau kami bukan lah sepasang kekasih, tetapi kami
bertingkah seperti sepasang kekasih. Setelah selesai makan, aku dan Dicky pergi
ke Bioskop, sepanjang perjalanan, ia selalu menggandeng tangan ku. Awalnya aku
takut jika orang-orang melihat. Namun aku tak bisa melepas tangan ku karena ia
terlalu erat menggenggam ku.
Kami menonton film horor thailand, seperti yang kalian tahu, film horor
thailand sangat menakutkan, cara pembunuhan yang sangat sadis membuat ku selalu
menutup mata dan mencoba bersembunyi. Dicky hanya membelai rambut ku sangat ku
ketakutan. Sebenarnya kami tidak ingin menonton film itu, namun tidak ada
pilihan lain karena hanya film horor itu yang waktu nya dekat dengan kedatangan
kami dan tidak akan memperlambat kami tuk pulang. Aku benar-benar merasa ini
seperti kencan sempurna. Waktu berasa terlalu cepat berlalu. Sudah 3 jam kami
menghabiskan waktu bersama. Akhirnya ia pun menghantar ku kembali ketempat
kakak ipar ku. Banyak melihat kami
bersama dan mulai menggoda kami. Tapi
kami diam saja.
Aku merasa senang saat bersamanya. Aku pikir aku mulai menyukainya. Tapi
ternyata, aku tidak boleh memilikinya. Ternyata diantara kami masih ada
hubungan saudara. Dalam adat keturunan kami adalah kakak dan adik. Aku menyesal
tidak mencaritahu hal itu terlebih dahulu. Ahh.. kesal nya aku. Sulit bagiku
untuk move on dari mantan ku. Aku jauhi semua laki-laki yang mendekat. Tapi
berbeda dengan Dicky. Aku merasa nyaman dengan nya. Tapi mengapa saat aku bisa
bangkit dan menemukan yang lain aku justru tidak bisa bersamanya??. Sejak tahu
hal itu kami saling menjauh. Mencoba untuk memendam dan membuang rasa sayang
yang ada. Ingin ku marah,tapi apa gunanya?. Kemarahan ku tidak akan bisa
mengubah takdir kami.
2
minggu kemudian aku mencoba untuk bersikap seperti biasa padanya. Dan ia pun
sebaliknya begitu. Malam nya ada nomor baru menghubungiku.
“hallo,ni siapa?”tanya ku pada nomor yang tidak di kenal itu.
“iya sayang..met malam”kata orang dari sebrang telepon
“ih..gak usah pakai sayang lah. Aku gak tau juga kamu siapa” balas ku jutek
“aku loh yang pernah ngantar kamu pulang”
“oh..dicky? ih sok romantis panggil sayang. Ada apa? “ jawab ku
“kok dicky sih? Kapan dia ngatar kamu pulang? Dan ngapaen aja kalian?” balas
nya
“loh..sok gak tau ya yang kemarin itu lah.”
“oh yaudah lah. Ini aku vian. Met malam!” jawab nya dan langsung memutuskan
telepon .
kenapa coba dia harus sewot?? Kan dia bukan siapa-siapa aku. Dia mengirim pesan
padaku yang isinya kalau aku tidak bisa menghargai perasaan nya. Karena aku
menolak pulang dengannya tapi pulang dengan orang lain. Hel to lo hello ya kan
terserah aku dunk kan aku mau milih yang nyaman aja buat ku.
Besoknya dicky marah pada ku karena aku cerita ke kak vian kalau kami
pernah jalan dan dia menghantar ku pulang. Aku heran kenapa dia jadi
ikut-ikutan marah?, kan emang benar dia menghantar ku pulang. Aku bingung harus
gimana hadapi keduanya. Selidik punya selidik ternyata kak vian memprovokatori
yang lain. Ia bilang ke orang-orang kalau Dicky menyukai ku dan kami saling
suka. Sebenarnya emang iya sih. Tapikan cukup kami aja dunk yang tau. Dan
sekarang mereka melarang kami dekat. Karena kami pasti tidak akan pernah bisa
bersama. Mereka menyalahkan kedekatan kami. Mereka selalu mengingatkan kalau
kami itu saudara jadi tidak boleh punya perasaan sayang dan ingin memiliki. Ya
memang benar apa yang mereka katakan aku dan dia kakak beradik jauh.
Kami hanya bisa terdiam dan saling mengingkari perasaan kami satu sama
lain. Sayang dan cinta ini terlarang. Dia pun membela diri dengan mengatakan
kalau ia sudah mempunyai pacar, aku terdiam mendengar kata-kata nya. Malam nya
aku mengirim pesan padanya
“met malam.. maaf ganggu Cuma mau
tanya aja”
“iya met
malam juga. Mau tanya apa?”
“kamu benaran udah
punya pacar ya??”
“sebenarnya belum, tapi
sepertinya aku harus mencari pacar agar tidak ada lagi yang menyalahkan kita .
mungkin aku akan kembali ke mantan ku”
“oh..baiklah. aku juga bakal menerima orang
yang mengatakan cinta pada ku agar mereka tidak berfikir yang aneh-aneh lagi tentang
kita.” Ucap ku bohong..
“kalau begitu kita harus jaga jarak jauh-jauh. Agar gosip itu berlalu” lanjut ku
“kalau begitu kita harus jaga jarak jauh-jauh. Agar gosip itu berlalu” lanjut ku
“
mengapa begitu? Bukan itu maksud ku, justru aku berharap kalau kita punya pacar
kita bisa dekat lagi seperti dulu kerena
kita sudah punya pacar masing.” Jawabnya
“maaf . Kita memang tak kan pernah bisa
bersama. Takdir memisahkan kita. Moga dirimu bahagia dengan yang lain. Jangan
pernah kita mengorbankan orang lain agar hubungan tetap terjaga. Sepertinya
kita memang harus saling menjauh tuk melupakan semua tentang kita. Makasih ya
buat semuanya. Met malam kakakku..”
Sejak
itu,kami tak bersama lagi. Aku pun sudah tidak menunggu kakak ipar ku lagi di
tempat kerja nya. Aku kesal dengan kak vian yang selalu merusak kesenangan ku.
Dan aku kembali sendiri. Fokus menjalani karir dan berdiam dalam hati yang
sepi. Ternyata cinta memang tidak tercipta untuk ku. Aku berharap suatu saat
nanti kan ku temukan sosok pangeran yang baik dan setia serta tidak terikat
hubungan saudara dengan ku. Aku tidak ingin terjerat di cinta yang salah lagi.